Kumpulan orang-orang gila

Berbagi itu indah
 
IndeksFAQPencarianPendaftaranAnggotaGroupLogin

Share | 
 

 Prahara Remaja

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
PoEzZ
Member Addict
Member Addict
avatar

Jumlah posting : 464
Age : 29
Location : Di JaLan Raya aNd di SeLokan
Registration date : 18.12.07

PostSubyek: Prahara Remaja   Fri Apr 18, 2008 11:08 am

“Ayo Om, dingin – dingin gini enak kita ngamar”, Dinda mengerlingkan matanya.
“ Duh, cantik banget si Eneng, masih sekolah ya Neng?! ”.
“ Ah.. si Om, emang kenapa kalo saya masih sekolah ”.
“ Engga Neng…Cuma pasti masih sempit ”.


Mobil melaju sangat pelan menuju sebuah losmen di bilangan Jakarta Pusat.
Malam yang dingin di laluin dengan geliat desahan dua sejoli yang sedang memadu kasih, hanya demi beberapa lembar uang dan sebuah hasrat yang haus akan belaian seorang wanita muda.

Butiran – butiran keringat keluar dari tubuhnya yang sudah tergeletak lemah karena melalui malam yang panjang dan sangat menguras tenaga.


***


Sampai kapan aku harus begini??
Aku bergegas merapikan baju dan mengambil lembaran – lembaran uang yang tergeletak di meja samping tempat tidur dan segera pergi meninggalkan Losmen itu menuju rumahku.

Sampai rumah aku segera melemparkan tubuhku di atas kasur yang lumayan empuk, memikirkan sesuatu yang sama setiap aku sampai di rumah dan akhirnya aku terlelap tidur.


“ Dinda, kenapa hanya uang ini yang kamu kasih, malas sekali kau ini !! “
“ Maaf Bu, semalam Nda tidak enak badan jadi hanya itu yang bias Nda kasih ke Ibu “.
“ Dasar pemalas ….. “


Gubraaakkkk… pintu kamar pun tertutup.
Setiap hari peristiwa ini sudah lumrah aku dapatkan, sudah hampir 3 tahun aku hidup seperti ini, jika uang yang aku berikan Ibu anggap sangat sedikit, padahal uang itu aku dapat dengan mengenyampingkan harga diriku.
Semua aku lakukan hanya untuk sebuah pengakuan “ Anak yang berbakti “ walau aku tau Ibu tidak akan pernah menganggap aku seperti itu.

Kapan kau akan sadar Bu, bahwa aku sangat menyayangimu, aku sangat ingin jadi anak yang kau banggakan walau meski bukan dengan cara seperti ini yang aku mau.
Aku ingin menjadi seorang Dosen Bu, kapan kau akan mengerti semua ini !!!
Sungguh aku tidak bias menahan tangis ini Bu…
Seperti biasanya aku berangkat Sekolah pukul 06 : 30 WIB, Pagi yang sangat dingin karena semalam hujan turun sangat deras, sepertinya langit pun semalam menangis untukku.



“ Tin.. Tin… suara klakson Andre ”.
“ Pagi sayang… ”. Andre mengecup pipiku.
“ Pagi…. “
“ Kamu kenapa sayang, ko engga semangat gitu, kamu engga kangen sama aku”.
“ Aku kangen banget ko sama kamu, yukk jalan nanti kesiangan “. Aku tersenyum pada Andre.


Hanya Andre yang bisa mengerti aku, hanya dia yang bisa menerima aku dengan tulus walau dia tau aku bukan gadis baik – baik “ Uh, pastaskah aku memanggil diriku gadis “.
Tadinya aku tidak percaya kalo Andre benar – benar tulus menyayangiku, tapi dia selalu berusaha menyakinkanku dari mulai menunggguku pulang sekolah, menjemputku berangkat sekolah dan selelau memberikan bunga mawar setiap hari walau aku selalu mengerjainya tapi dia tetep bersabar sampai akhirnya aku pun luluh.
Bagiku dia adalah pohon yang menyejukan dikala sinar matahari sangat menyengat, dia adalah sebuah gunung Es yang selalau memadamkan api dalam diriku jika sudah api itu sudah berkobar.


“ Sayang…. “.
“ Iya, kenapa …. ?! “. Andre membuyarkan lamunanku.
“ Ko kamu malah ngelamun sih, Oh iya sayang kita engga usah kesekolah yah !! aku kangen banget sama kamu, kita jalan – jalan aja kemana pun kamu mau “.
“ Ya udah aku juga lagi males “.
“ Kamu mau kita kemana sayang… ?!! “.
“ kita kepantai aja yah… aku lagi ingin melihat ombak “.
“ Ok Tuan Putri … “ Andre mencubit pipiku.

Sepanjang perjalanan aku selalu tersenyum pada Andre sambil sesekali aku menikmati pemandangan di luar jendela mobil, hamper 1 jam perjalanan ini dan akhirnya sampai juga kami di pantai.
Aku dan Andre menyusuri bibir pantai itu dan duduk di atas baru karang, ombak hari ini tidak terlalu kencang dan angin pun berhembus sangat lembut membelai rambutku yang terurai.


“ Ndre, maafin aku yang engga pernah bisa buat kmu bahagia “.
“ Kamu ngomong apa sih sayank “. Andre menatap mataku.
“ Aku Cuma merasa engga akan bias nemenin kamu terus, aku dah engga kuat dengan semua ini Ndre !! “. Pandanganku beralih pada ombak yang saling bersahutan, entah kenapa aku sangat takut meninggalkan Andre.
“ Kamu engga akan kemana – mana saying, kamu akan selalu menemani hari – hariku “. Andre mengecup bibirku dengan lembut.

Kami di sana hingga sore, aku sangat suka dengan pantai walau kami hanya menghabiskan waktu dengan berpelukan dan memandang ombak sambil berbicara tentang hari esok.
Jam di tangan Andre sudah menunjukan Pukul 17 : 55 WIB, matahari sudah mulai beranjak keperaduannya dan itu tandanya aku harus segera pulang.
Mobil Andre melaju meninggalkan pantai itu, dalam perjalanan kami mampir kesebuah café karena cacing dalam perut kami sudah mulai berdemo.
Kami melihat daftar Menu dan segera memesan Nasi Goreng Spesial plus Jus Jeruk, itu adalah Menu kesukaan aku dan Andre selalu memesan makanan yang sama denganku.


“ Sayang, kapan – kapan kita kesini lagi yah, Nasi Gorengnya rasanya unik “. Aku hanya tersenyum pada Andre.
“ Iya… udah selesaikan, yuu balik nanti aku di marahin sama Ibu !! “.


Kami kembali melanjutkan perjalanan, dan akhirnya aku sampai juga di depan rumah.
Andre turun untuk membukakan pintu mobilnya untukku, ya.. dia membuat aku bagai Putri yang baru turun dari kereta kudanya.


“ Makasih sayang buat hari yang sangat indah “. Andre mengecup bibirku.
“ Sama – sama saying… “.
“ Aku pulang yah, kamu jangan terlalu cape nanti sakit saying “. Andre kembali mengecup keningku.
“ Bye….. “.


Baru dua langkah dari pintu masuk suara Ibu sudah menggelegar bagai petir.


“ Dinda dari mana saja kau ini?!! Tadi temenmu kesini dia bilang kau tidak sekolah, kemana saja kau ini!! PLakkkkk… “ sebuah tamparan mendarat dipipiku.
“ Maaf Bu, Nda pergi sama Andre ke pantai “.
“ kamu ini menjadi malas kalau bergaul sama dia, jangan pernah kau bertemu dengannya lagi”.
“ Tapi Bu, Nda sayang Andre, Nda cinta sama dia “.
“ PLakkkk…. Kau mau melawan lagi sama Ibu “. Tamparan kedua mendarat lagi di pipiku, aku menangis pergi meninggalkan Ibu memasuki kamar.
“ Cengeng sekali kau ini, sudah sekarang kau rapi rapi malam ini kau harus dapat uang yang banyak karena besok Ibu harus bayar arisan “.

Tuhan, sampai kapan aku harus seperti ini, aku sudah tidak sanggup, aku sudah sangat lelah dengan semua ini. Maafkan aku Tuhan jika jalan yang aku pilih jalan yang sangat kau benci, tapi aku sudah tidak tau lagi harus melakukan apa untuk membuat Ibu sadar bahwa aku menyayangi dia, selama ini apa yang aku lakukan karna aku ingin membuatnya bahagia.

Ndre, aku sayang kamu.. selamanya aku engga akan bisa meninggalkan kamu !! Tapi kali ini aku udah engga sanggup Ndre, aku tidak bias menuruti keinginan Ibu yang satu ini karena kamu satu – satunya sandaran aku, I love u honey, you’r the best with me forever.


Pusara ini masih basah dan bunga – bunga itu masih terlihat segar, kenapa kamu tinggalin aku sayang. Kalau saja kamu bilang, aku akan bawa kamu pergi meninggalkan semua yang membuatmu sakit dan sedih.
Aku tau sekarang pasti kamu sudah bahagia, aku akan selalau merindukanmu, you'r the best with me too honey...

Maafin Ibu Nda, selama ini Ibu terlalu silau akan harta hingga tak sadar bahwa kamu tidak pantas menjalani semua itu…
Maafkan Ibu yang tidak pernah mencoba memahami keinginanmu dan juga cita – citamu, sekali lagi maafkan Ibu…





By

PoEzZ
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Kaka
Moderator
Moderator
avatar

Jumlah posting : 155
Age : 32
Location : 161*BT - 29*BB dan 251*LU - 135*LS
Registration date : 18.12.07

PostSubyek: Re: Prahara Remaja   Fri Apr 18, 2008 7:56 pm

lo ngarang cerita berdasarkan pengalaman pribadi ya tha....? guling-guling guling-guling guling-guling guling-guling guling-guling guling-guling

_________________
gone but never gone....
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://anakcf.blogsome.com
PoEzZ
Member Addict
Member Addict
avatar

Jumlah posting : 464
Age : 29
Location : Di JaLan Raya aNd di SeLokan
Registration date : 18.12.07

PostSubyek: Re: Prahara Remaja   Mon Apr 21, 2008 11:20 am

silent kaka dudulz hajar loe
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user
Sponsored content




PostSubyek: Re: Prahara Remaja   

Kembali Ke Atas Go down
 
Prahara Remaja
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» Remaja yang Tidak Merokok Hidupnya 5 Kali Lebih Bahagia
» Sinetron, Remaja dan Cinta
» Renungan sehari-hari
» Remaja Gampang Halusinasi Jika Kurang Vitamin D
» Remaja Putri Bisa Kurang Tidur Karena Tertekan Ingin Kurus

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Kumpulan orang-orang gila :: PINDAHAN :: Travel Story-
Navigasi: